Walikota Gunungsitoli Hadiri Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Walikota Gunungsitoli Hadiri Peringatan Hari Pendidikan Nasional

LIPUTANSUMUT.COM – Memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2017 Pemerintah Kota Gunungsitoli melaksankan upacara sekaligus dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-21 Kota Gunungsitoli Tahun 2017 bertempat di halaman Kantor Walikota Gunungsitoli. Selasa (02/05/2017) pagi.

Pada Acara ini, Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Gunungsitoli menyertakan acara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI Jokowidodo bagi Aparatur Sipil Negara yang telah mengabdi selama 30, 20 dan 10 tahun di Pemerintah Kota Gunungsitoli, dan umumnya Negara Kesatuan RI. Penyematan ini langsung diberikan oleh Walikota Gunungsitoli secara simbolis kepada penerima yang berjumlah 8 orang dari keseluruhan penerima, disertai dengan Piagam Penghargaan.

Adapun Penerima Satyalancana Karya Satya 30 Tahun berjumlah 231 orang, Penerima Satyalancana Karya Satya 20 Tahun berjumlah 152 orang dan Penerima Satyalancana Karya Satya 10 Tahun berjumlah 116 orang, dengan total seluruhnya mencapai 499 penerima.

Peringatan Hardiknas tahun 2017 ini, Walikota Gunungsitoli selaku Pembina Upacara dalam arahannya menyampaikan penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh Insan Pendidikan di Lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli, karena melalui pengorbanan pengabdian Insan Pendidik demi kemajuan Pendidikan, sejauh ini dinilai cukup membuahkan hasil yang menggembirakan.

Lakhomizaro melanjutkan bahwa Peringatan Hardiknas tiap tahunnya tak pernah lepas dari sosok Ki Hadjar Dewantara (Lahir: 2 Mei 1889) yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional yang memberikan tiga pesan penting bagi kita semua, terlebih kepada para Insan Pendidikan yaitu Panca Dharma artinya Pendidikan perlu beralaskan lima dasar: kemerdekaan, kodrat alam, kebudayaan, kebangsaan dan kemanusiaan; Kon-Tiga artinya Penyelenggaraan Pendidikan harus berdasarkan atas kontinuitas (berkelanjutan), konvergensi (terpadu) dan konsentris (berakar di bumi tempat dilangsungkannya proses pendidikan), dan Tri-Pusat Pendidikan artinya bahwa Pendidikan hendaklah berlangsung di tiga lingkungan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat yang mana saling berhubungan simbiosis dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.

Walikota juga menghimbau agar selain dari ketiga pesan penting dari Bapak Pendidikan Nasional diatas, hendaknya juga kita semua, terlebih para Insan Pendidik senantiasa memperhatikan dan menerapkan konsep “Laku-Telu” atau tiga peran yang dirumuskan dala frasa Bahasa Jawa: “Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani” yang artinya apabila berada di depan hendaknya dapat memberi teladan, apabila berada ditengah dapat memberi ilham (inspirasi) dan apabila berada dibelakang hendaknya dapat memberikan motivasi/dorongan pada anak/peserta didik. Ketiga peran tersebut harud dilaksanakan secara seksama baik bargantian maupun serempak dalam tampilan sosok pemimpin pendidikan yang utuh.

Walikota mengakhiri dengan mengucapkan Selamat dan Sukses, baik kepada Peraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Sumatera Utara, maupun kepada PNS yang menerima Tanda Penghargaan Satyalancana pada hari ini, kiranya hal ini dapat menjadi pemacu keberhasilan di masa yang akan datang. Terlebih pada hari ini juga diperingati Hari Otonomi Daerah ke-21 yang seyogyanya diperingati pada tanggal 25 April 2017 lalu, beliau mengingatkan bahwa inti arahan Mendagri yaitu Pelaksanaan Otonomi Daerah harus Mampu Meningkatkan Kinerja Pelayanan Publik. (Kris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan