IB Asahan Dampingi Nelayan Perjuangkan Penegakan Hukum Dilaut

IB Asahan Dampingi Nelayan Perjuangkan Penegakan Hukum Dilaut

LIPUTANSUMUT.COM, Kisaran – Ratusan nelayan tradisional yang selama ini mencari kehidupan di wilayah perairan Asahan di daerah Kuala Silo, Kuala Tambun Tulang, dan Kuala Sei Baru melalui Kepala Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan Ahmad Sofyan meminta dampingan kepada Ormas Pekat – IB (Pembela Kesatuan Tanah Air – Indonesia Bersatu) untuk memperjuangkan penegakan hukum di wilayah perairan Asahan.
Kepala Desa Ahmad Sofyan dan perwakilan nelayan tradisional dari Kecamatan Silau Laut, Air Joman dan Tanjung Balai – Asahan itu menyerahkan kain putih sepanjang 50 meter yang berisikan ratusan tanda tangan nelayan tradisional yang memohon terwujudnya penegakan hukum di wilayah perairan Asahan kepada pengurus DPC Pekat – IB Kabupaten Asahan di kantornya jalan SM. Raja Kisaran, Kamis (29/3/2018) baru – baru ini.
Kami ucapkan terima kasih semoga PEKAT – IB Asahan dapat membantu perjua¬ngan masyarakat nelayan tradisional sehingga penegakan hu¬kum dapat berjalan sebagaimana mestinya, ujar Kepala Desa Silo Baru itu.
Sementara Ketua DPC Pekat – IB Asahan Syaid Muhsyi kepada wartawan menyampaikan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin dalam mendampingi nelayan tradisional untuk memperjuangkan penegakan hukum di wilayah perairan Asahan ka¬rena zona tangkap mereka diserobot ne¬¬layan tank kerang atau dred¬ges dengan mengirimkan kain putih sepanjang 50 meter ini kepada pemerintah pusat.
Kami berharap dengan di¬ang¬katnya AKBP Untung Sa¬ngaji sebagai Dirpol Air yang baru, akan memberikan harapan baru bagi nelayan tradisional untuk mendapatkan perlindungan hukum sehingga nelayan tradisional bisa bekerja tanpa mendapat gangguan dari nelayan – nela¬yan yang memiliki alat tang¬kap tidak sesuai dengan zona yang disepakati, tandas Syaid.(ans)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan