TEBINGTINGGI | TOPNUSANTARA.COM :
Kecelakaan maut mobil Avanza BK 1697 QV kontra bus INTRA BK 7091 TL di Jalan lintas Tebing Tinggi-Pematang Siantar, tepatnya di Dusun V, Desa G. Kataran, Kecamatan Tebing Tinggi (Pabatu) mengakibatkan 9 orang tewas pada Minggu (21/2) pukul 20.30 WIB.
Salah satu warga bernama Ahmad Reshandi mengatakan para korban pergi ke tebing tinggi dengan tujuan untuk menghadiri pernikahan temannya. Usai menghadiri para korban menuju pulang.
“Sesampainya di TKP ban mobil yang mereka kendarai pecah dan oleng ke kanan, saat oleng ke kanan bus Intra yang berlawanan arah langsung menghantam mobil tersebut,” katanya.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumut, Kombes Pol. Ventino Alfa Tareda menjelaskan bahwa kejadian bermula saat mobil Avanza bermuatan 9 orang penumpang melaju kencang dari arah Siantar menuju arah Tebing Tinggi, saat melintas di Dusun V Desa G Kataran, mobil Avanza tersebut berjalan sedikit ke kanan, disaat itu bus INTRA melintas berlawanan arah hingga tabrakan pun terjadi.
“Avanza dari arah Siantar menuju Tebing, sedangkan INTRA melaju dari arah Tebing menuju Siantar hingga terjadi tabrakan yang mengakibatkan 9 orang meninggal dunia,” sebut Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda.
Mendapat laporan petugas kepolisian langsung turun ke TKP dan melakukan evakuasi korban menuju RS Bhayangkara Polda Sumatera Utara. Polisi mendata ada 8 orang korban yang meninggal dunia.
Data yang dihimpun korban bernama Fahrul Hanafi (23), Arzita Haulani, Fiqih Anugrah, Rafika Anggreyani Nasution (20), Nadila Anggreyani Nasution (18), Nur Annisa (23), Isma Al Janah (23), Juwita Asri Sormin (19), Ahmad Ridho Zaki Nasution (17).
“Keseluruhan korban merupakan warga Dusun 9 Kenangan, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang,” jelas Dirlantas Polda Sumut.
Polisi hingga kini masih mengamankan barang bukti mobil yang terlibat kecelakaan di Mako Unit Laka Lantas Polres Tebing Tinggi.
Dari informasi di sekitaran Laut Dendang, warga menyebutkan bahwa diantara korban itu adalah seorang guru sekolah dasar yakni Nur Anisa. Warga juga mengatakan bahwa selain Anisa, tiga orang lainnya juga merupakan keluarga besar MAN 1 Medan.
“Anisa guru SD di Pasar IV Desa Medan Estate, dia alumni MAN 1 Medan bersama Fahrul Hanafi, Arzita Haulani yang ikut meninggal. Seorang lagi masih sekolah di MAN 1 Medan yakni Ahmad Ridho Zaki, siswa kelas XI MAN 1 Medan,” aku, Mar (21) alumni MAN 1 Medan.
Menurut Mar, berita duka ini telah menyebar dan mengejutkan keluarga besar MAN 1 Medan. Mulai dari yang masih aktif hingga alumni terus bergantian mengucapkan belasungkawa.
“Informasi di group kami, mereka baru pulang undangan walimahan dari Pematang Siantar dan merupakan utusan/rombongan remaja masjid di Laud Dendang,” terangnya.
Segenap Keluarga Besar IKAMAN 1 Medan turut berduka dan berdoa atas musibah ini. “Semoga Allah menerima segala amal ibadah mereka, dan seluruh keluarganya diberikan Allah kesabaran,” tandasnya. (Red)
Related Posts

Viral Korban Pencurian Jadi Tersangka, Ini Penjelasan Polisi di Medan

Diminta Kapolrestabes Medan Jangan Tebang Pilih Dalam Memberantas Judi dan Narkoba

Gerebek Jermal 7, Inisial M Terduga Bandar Sabu Berhasil Kabur dari Sergap Polisi

Dua Pelaku Pencurian Ditangkap Polsek Medan Timur

Dalam Kurun 2 Bulan, Poldasu Tangkap 149 Penyalahgunaan Narkoba

No Responses