LIPUTANSUMUT.COM – Kita berkumpul bukan hanya sekadar untuk memenangkan Djarot – Sihar atau merebut kekuasaan, tetapi yang lebih penting bahwa kita berkumpul adalah untuk memenangkan perjuangan ideologis dan kedaulatan politik.
Hal tersebut diungkapkan kader PDI-Perjuangan Firman Jaya Daely pada acara Rapat Kerja Daerah Komunitas Djarot – Sihar for Sumut di Aula Terbuka Posko DjoSS Jalan Cipto No 4 Medan, Sabtu (24/02/2018).
Ia mengatakan bahwa pemilihan kepala daerah di sumut tahun 2018 lebih keras dan lebih ideologis, karena jumlah penduduknya yang besar dan daerah yang berbatasan dengan daerah lain.
“Provinsi Sumatera Utara, tidak hanya sekadar perjuangan partai, relawan dan pendukung, tetapi benar-benar untuk kepentingan kedaulatan politik,” ungkap Firman Jaya Daeli.
Selain itu, ia menggambarkan bahwa tantangan ke depan bagi pemimpin adalah soal kedaulatan bangsa, tidak sekadar NKRI, apakah Sumut untuk NKRI, apakah sudah berdaulat dalam politik, berbudaya dan bermartabat.
Selanjutnya, pancasila tidak sekadar ideologi, tetapi dapat benar-benar menjadi langkah cerdas dalam menawarkan keadilan sosial.
“Perlu diketahui bahwa pancasila bukan hanya sekadar ideologi dasar, tetapi sebagai panduan. Inilah tantangan bagi pemimpin,” ucap mantan Tim Perumus UU KPK dan Polri itu di Pansus DPR RI.
Firman menyebutkan bahwa dalam menjaga kebhineka-tunggalika-an, masalah radikalisme dan intoleran menjadi tantangan.
“Kemudian, bagaimana pemimpin dapat memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Related Posts

Antisipasi Penculikan Anak, DPRD Minta Disdikbud Medan Terbitkan Juknis Penjemputan Siswa

Pansus RPJMD 2025-2029 Harap Pemko Medan Fokuskan Pembangunan di Medan Utara

Tekan Angka Pengangguran, DPRD Minta Pemko Medan Permudah Birokrasi Investasi

DPRD Sumut Minta Pemerintah Cabut Izin THM yang Terindikasi Narkoba

Agustinus Zega Resmi Dilantik Anggota DPRD Sumut

No Responses