Pohon Pisang Ditanam Kehalaman Kampus STIE, Mahasiswa Pertanyakan ke Yaperti Nias

Pohon Pisang Ditanam Kehalaman Kampus STIE, Mahasiswa Pertanyakan ke Yaperti Nias

NIAS, LIPUTANSUMUT.COM – Pimpinan organisasi mahasiswa STIE pembnas bersama beberapa mahasiswa lainnya audiens di kantor Yayasan Perguruan Tinggi (Yaperti) Nias selasa, (25/10/ 2016) sekira pukul 14:00 wib, untuk mempertanyakan sikap yayasan terkait penanaman pohon pisang di halaman kampus STIE Pembnas yang sudah berkali-kali dilakukan.

Dalam pertemuan itu, Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Jernih Lahagu menyampaikan tuntutan mahasiswa atas haknya karena tidak nyaman, ” Mahasiswa menuntut haknya atas ketidak nyamanan belajar dan ini sudah pembiaran,” ungkap Jernih Lahagu kepada pihak Yaperti Nias.

Selain itu, mahasiswa dikambing hitamkan dan hal ini terbukti. Karena masalah ini sudah kurang lebih 1 tahun berlangsung sejak pengurusan reakreditas prodi manajemen hingga saat ini. ” Penanaman pohon pisang tersebut, kurang lebih 6 kali sudah diulangi,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Niatman Aperli Gea selaku Presiden Mahasiswa STIE pembnas, apakah yaperti benar-benar punya hati untuk menyediakan lahan kampus STIE ini? Selanjutnya, uang pembangunan yang disetor mahasiswa pertahunnya dikemanakan?. ” Karena lahan kampus yang sedang diduduki kampus STIE saat ini, bukan lagi milik yaperti. Karena uang pembangunan kampus tersebut adalah uang mahasiswa. Emangnya pertahun dikemanakan aja uang itu dan kenapa tidak beli lahan sendiri saja. Dan sampai kapan kita bertahan diatas lahan yang bukan milik kita sendiri seperti ini,” ucap Niatman Gea sambil menyarankan agar yaperti menyediakan lahan sendiri.

Maka dari itu, kita berharap agar yaperti menyediakan lahan sendiri supaya tidak banyak mahasiswa yang menjadi korban setiap tahun.

Menanggapi hal itu, pihak Yaperti Nias mengatakan bahwa penyelesaian lahan sedang ditangani pihak Polres Nias dan pihak terkait sedang bekerja. Karena penyelesaian ini jangan terburu-buru.

” Penyelesaian lahan sedang di tangani oleh Polres Nias dan pihak terkait sedang bekerja. Karena penyelesaian masalah ini jangan kita terburu-buru. Dan jika hal ini tidak bisa terselesaikan, maka kita cari solusi lain atau sepakat solusi yang ditawarin oleh presiden mahasiswa serta mencari tempat kampus yang aman dan kondusif serta milik yaperti sendiri,” ujar FG. Martin Zebua. (Pasrah Zega)

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan